Siger Dan Sejarahnya





kilk gambar untuk memperjelas maps
  Siger dan Sejarah


Tugu Siger atau sering disebut Menara Siger adalah project idealisme dari pemerintah Propinsi Lampung yang ingin membuat identitas daerah Propinsi Lampung, seperti Menara Eiffelnya paris, twin towernya malaysia, Monasnya Jakarta dan lain sebagainya.

"Menara Siger diharapkan dapat merepresentasikan lambang dan budaya Lampung dalam bentuk konstruksi fisik yang unik," kata Anshory Djausal, arsitek jebolan teknik sipil yang mendesign Tugu atau Menara Siger ini.

Tugu Siger ini dibangun di bukit yang berada di sebelah kiri pintu masuk Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni. Di prakarsai oleh Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. Project yang dimulai di tahun 2004 dan memakan anggaran sebesar 7,3 miliar.

peresmian

Gubernur Lampung Sjachroedin.ZP pada peresmian menara Siger yang di tandai penekanan sirine dan penanda Tanganan prasasti dan kemudian di ikuti pelepasan merpati yang di saksikan oleh Duta Besar ( DuBes).



Ny.Sjahroedin menggunting rangkaian melati di pintu masuk menara Siger sebagai tanda di buka untuk umum.



Pada peresmian itu Gubernur Lampung mengundang 32 Duta Besar Negara Sahabat di antaranya Negara kroasia,Srilangka,Jepang,Palestina,Afganistan,Singapura,dan Negara Filipina. Dalam pembukaan ituStan yang mengisi seluruh Kabupaten Kota se provinsi Lampung.

Arti dari siger di kutip dari beberapa site dapat saya simpulkan sebagai berikut:
Siger sendiri adalah sebuah bentuk yang melambangkan mahkota keagungan adat budaya dan tingkat kehidupan terhormat. Biasanya, Siger selalu dipergunakan oleh pengantin perempuan Lampung. Artinya, lambang Lampung ini merupakan simbolisasi sifat feminin. Pada umumnya, lambang daerah di seputar Nusantara bersifat maskulin. Seperti halnya di Jawa Barat, lambang yang dipergunakan adalah Kujang, yaitu senjata tradisional masyarakat Sunda. Atau di Kalimanatan, Mandau merupakan simbol yang tidak berbeda dengan Jawa Barat, yang melambangkan sifat-sifat patriotik dan defensif terhadap ketahanan wilayahnya.
siger is feminim

Sebuah cerita rakyat saya dapatkan dari sebuah situs Internet, yang menceritakan tentang Siger ajaib. Di Marga Sekampung, Lampung Timur ada sebuah cerita turun-temurun yang sampai saat ini masih di percaya sebagai sebuah Living Legend.
Dahulu kala bila warga akan mengadakan acara adat Lampung seperti pernikahan atau Cakak Pepadun (sebuah upacara Lampung). Masyarakat meminjam atau menggunakan Siger Emas dari alam gaib melalui sebuah tempat di salah satu kebun warga. Kebun warga yang keberadaannya gaib itu, merupakan perkampungan masyarakat Lampung pada jaman yang lebih dahulu dari waktu itu. Namun karena suatu hal perkampungan ini hilang beserta penghuni kampung itu. Tapi masyarakat masih bisa berhubungan dengan warga Kampung yang hilang itu dengan cara meminjam Siger yang dipergunakan untuk digunakan dalam Kegiatan Adat tersebut. Namun karena ketamakan warga yang telah berlaku curang setelah menggunakan Siger tersebut tidak di kembalikan lagi ke kampung gaib itu lagi, Sehingga keberadaan Siger gaib itu hilang entah kemana. Namun di kampung gaib itu masyarakat masih sering mendengar adanya suara-suara penghuni alam gaib itu. Seperti suara musik kolintang khas Lampung pada hari-hari tertentu.
Siger Papadun
Secara adat, suku Lampung itu dibagi dua: pepadun dan peminggir (pesisir). Siger menjadi simbol bagi masyarakat Lampung Pepadun. Lima prinsip orang Lampung (piil pesenggiri, bejuluk beadek, nemui nyimah, nengah nyeppur, dan sakai sambayan) juga terma-terma yang dikenal masyarakat ada pepadun. Satu lagi simbol Lampung adalah jukung (perahu). Nah, yang ini jelas simbol Lampung Pesisir.

Sampai hari ini, tokoh-tokoh adat Lampung (dari pepadun dan pesisir) masih mendiskusikan satu simbol daerah yang mengakomodasi dua “ras” suku Lampung itu. Tetapi, sebelum ada satu simbol yang disepakati bersama, hingga sekarang penasbihan Siger dan Jukung sebagai simbol daerah, tidak dipersoalkan.



Posted by Hery IMG on 11:54 AM. Filed under , , , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

0 Comment for "Siger Dan Sejarahnya"

Post a Comment
5 Heri Palas All Content